Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Pilih Fulo atau Chic-choc

Ups sorry.... judul di atas bukan iklan produk ya. Tapi kalimat yang saya ucapkan ke anak saya semalam ketika menawarkan dua macam snack ke dia. Yah sebenarnya tidak ada bedanya sih dia mau milih yang mana karena dua-duanya adalah snack biasa yang berbahan coklat dan punya dampak jelek justru ke gigi dan kesehatannya.

Tapi dengan dua pilihan, saya ingin lihat mana yang lebih dia sukai. Saya ingin tahu mana yang akan dia pilih walau sebenarnya buat saya dan istri lebih baik dia makan chic-choc aja karena coklatnya lebih sedikit dibanding ama fulo. Chic-choc kan ada biskuitnya jadi resiko sakit giginya lebih dikit. Btw, perlu diketahui anak saya sekarang ada masalah di gigi, maklum sejak umur 1 tahun dan sejak dia mengenal yang namanya jajanan, dia selalu dibelikan "gula-gula" oleh omanya. Dan hasilnya giginya banyak yang rusak dan berlubang.... hihihi... jadi ingat saya sendiri waktu kecil. Sama-sama ompong.. yah jadi benar deh kata pepatah "Like father like son".

Tapi rupanya Raffa, namanya, punya pemikiran lain... dia lebih memilih fulo. Dan secepat kilat juga dia nyambar fulo yang ada di tangan kiri saya, trus ngabur duduk di depan TV melanjutkan kegiatan nonton Power Rangers. And then, sekedar iseng saya nanya, "Raffa... kiapa so Raffa lebe suka itu fulo. Itu banyak depe coklat... mo tasinggah di gigi kong saki ulang tu gigi?" Raffa pun sambil tetap menatap layar TV dengan seenaknya menjawab... "Itu chic-choc keras papa depe kukis di dalam... Raffa stenga mati mo gigi. Kalo Fulo lembo, gampang mo gigi...Papa jo makan tu chic-choc..." (untuk yang kurang ngerti bahasa melayu manado silahkan buka kamus ya). Dan dengan kegirangan pun papanya Raffa langsung buka bungkus Chic-choc dan memakannya dengan lahap... (ehm jadi malu nih... ternyata si Papa doyan juga...)

Yah itulah anakku dan sebagian besar dari kita yang namanya manusia... PALING  TIDAK MAU MENGHADAPI KESULITAN... LEBIH SUKA YANG MUDAH WALAUPUN BISA BERBAHAYA BUAT DIRI SENDIRI. Raffa juga tahu kalo makan fulo, pasta coklatnya sering singgah di lubang giginya dan membuat dia kesakitan. Tapi dia juga berpikir mending itu daripada makan chic-choc dan harus bersusah payah menggigit dan mengunyah. Urusan sakit belakangan aja.... mungkin itu isi pikirannya.

Sadar atau nggak kita juga sering begitu kan? Kita tahu kalo ada hal-hal yang kita buat dan lakukan tidak disukai ama Tuhan dan berbahaya buat kita sendiri. Tuhan juga sering negur dan mengarahkan ke jalan yang benar... tapi jalan itu terlampau berat dan sulit untuk kita lakukan makanya tetap aja kita bikin hal-hal yang tidak disukaiNya. Iya kan? akhirnya sad ending deh... yang kita dapatkan adalah kesukaran, kesedihan, beban, dan tentunya koleksi dosa bertambah. Betul kan? nggak usah malu deh ngaku... saya juga masih sering begitu...

Tapi mungkin ini saatnya kita berpikir sesuai peribahasa "Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian..." supaya Tuhan juga senang ama kita... Eh mau tahu akhir dari cerita Raffa dan Fulonya...?

Selesai makan fulo dia berteriak "Papa minta minum dang?" saya pun bertanya "kiapa cari minum de?" dengan senyum penuh kecerdikan dia menjawab....

"Mo bakumur supaya nyanda mo sakit gigi tahu.....!"


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.