Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Aksi Demo mendukung korban Penusukan di HKBP

Dok. Tribun Manado
Semangat untuk menyuarakan Keadilan ternyata belum surut dari muka bumi ini. Saya secara pribadi salut kepada adik-adik dan teman-teman pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam GERAM ANARKI  (Gerakan Pemuda Mahasiswa Anti Diskriminasi dan Kekerasan di Indonesia) yang telah mengadakan aksi demo dan solidaritas atas peristiwa penusukan terhadap Jemaat HKBP Pondok Indah, Bekasi

Aksi yang dilakukan di dua tempat berturut-turut (Mapolda Sulut dan Gedung DPRD Sulut), salah satunya meminta agar FPI maupun Ormas lain yang menimbulkan teror serta melakukan tindakan anarkis yang mengancam kerukunan umat beragama di indonesia.
Menurut mereka, aksi ini tidak membawa nama agama apapun, tetapi membawa nama kerukunan umat beragama di Indonesia. Suara mereka benar-benar hendak meminta keadilan kepada aparat terkait bagi seluruh umat beragama di Indonesia.
Aksi Demo ini diterima langsung oleh Kapolda Sulawesi Utara dan Pimpinan Dewan Provinsi Sulut. Keduanya sama-sama menyatakan menerima positif suara dari GERAM ANARKI dan berjanji akan meproses tuntutan mereka. Bahkan anggota Fraksi PPP Djafar Alkatiri meminta agar ada surat tertulis untuk Menteri Agama, dan dia secara pribadi yang akan meneruskannya.

Sebuah cerita yang mengharu biru tentang ketidakadilan di mana saat terjadi suatu peristiwa yang menginjak-injak hak pribadi maupun kelompok maka akan muncul suara-suara protes. Suara yang keras dan lantang, suara yang lembut dengan strategi yang mantap juga, bahkan ada suara yang disusupi berbagai kepentingan, malah ada suara yang menggunakan masalah atau peristiwa itu menjadi tameng bagi maksud-maksud tersembunyi yang ingin disampaikan.

Namun pada akhirnya waktulah yang akan membuktikan apakah akan ada perubahan atau setidaknya tanggapan yang bernilai positif yang akan memuaskan suara-suara tersebut. Ataukah semua suara-suara ini akan menghilang seiring roda waktu yang berputar. Yang paling penting saat ini adalah bagaimana aturan hukum ditegakkan dengan memberikan kepastian hukum bagi perlindungan hak asasi kita termasuk hak untuk bebas dari rasa takut dalam memeluk dan menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaannya.

Tapi bagaimanapun kami tetap berterima kasih kepada yang sudah bersuara... setidaknya ADA SUARA...!?!?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.