Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Rahasia Ayam Borobudur

Apakah anda yang di Manado sudah pernah mencicipi hidangan Ayam Lalapan Borobudur? Kalo belum, sedikit informasi untuk anda kalo makanan ini bisa anda dapatkan di Jl. Martadinata tepatnya hampir di depan SPBU Paal Dua. Saya sangat terkesan setiap kali makan di situ. Sebenarnya hidangannya tidak ada yang istimewa, pada dasarnya sama dengan hidangan ayam lalapan lain yang tersebar di seluruh penjuru kota Manado. Terdiri dari Nasi, Ayam goreng, sayur untuk lalapan, dan tentu saja sambal yang gurih dan membangkitkan selera. Terus apa yang istimewa? Pasti anda bertanya-tanya….

Pertama kali makan di situ saya disambut dengan salam hangat dari pemilik warung. “Selamat sore pak. Mau makan di sini atau dibungkus?” sapaan ini dibumbui dengan senyum yang sangat bersahabat. Saya pikir ini wajarlah untk warung makan manapun. Tapi herannya biar sudah banyak orang yang dilayani sore itu, pasangan suami istri pemilik warung itu tetap saja tersenyum menyapa semua orang yang baru tiba di warung mereka.

Setelah pesanan saya datang dan sementara saya memakannya, si bapak bertanya, “Gimana pak, ada yang kurang makanannya?” dengan senyum yang tetap luar biasa. Saya balas senyum dan jawab sudah cukup enak. “Bapak baru pulang kerja ya? kayaknya kalo lagi capek begini, lebih enak minum teh manis pak.” kali ini gantian si ibu yang bicara. Dan satu gelas teh manis pun langsung saya pesan. Begitu selesai makan, saya sudah mau bayar dan pulang, kaget sekali saya karena si bapak, ibu, dan juga perempuan yang bekerja pada mereka kompak bilang “Terima kasih pak. Jangan lupa datang lagi… ” dan senyum mereka tetap menjadi pemanis dalam ucapan tadi.

Wow… beberapa waktu kemudian saya tahu, penjualan mereka setiap hari itu minimalnya 300 ekor ayam. Seakan tidak percaya saya sering mengamati warung itu tiap kali lewat biarpun tidak singgah untuk makan. Saya juga kemudian tahu kalo beberapa orang yang mau makan di situ harus telpon dulu biar tidak keabisan.

Memang luar biasa cara mereka berjualan. Warungnya sempit sekali dan makanannya biasa saja, namun omset mereka setara dengan restoran Padang yang servisnya sudah paling oke. Dari mereka saya mengerti bukan hidangan mereka yang membuat mereka laris manis, tapi pelayanan yang friendly dan memuaskan membuat semua yang datang pasti akan datang kembali. Dan yang saya kagum adalah mereka muslim, namun mereka tahu arti kasih dalam pekerjaan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.