Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

KELUARGA TIMOTHY : Pertemuan Pertama

Timothy adalah seorang anak kecil yang baru berusia 4 tahun, dia tinggal bersama mama dan papanya di sebuah rumah mungil. Saking mungilnya sampai-sampai Timothy hanya butuh 10 langkah dari kamarnya untuk pergi "pipis" di kamar mandi. Untuk nonton TV yang memutar film Power Rangers kesayangannya, dia hanya perlu lari-lari kecil melewati dua buah kursi plastik setelah keluar dari kamar mandi. Selain mama dan papa, di rumah mungil itu masih ada om opit dan mama via yang ikut nimbrung bobo, makan, mandi, nonton tv juga, dan tentu saja BAB. Total penghuni rumah Timothy ada 5 orang, dan bayangkan saja betapa kepanasannya mereka semua kalo siang hari. Untung saja di hari kerja, papa, om opit, dan mama via pada dinas luar di kantornya masing-masing. Maka tinggal Timothy dan mama yang ada di rumah.... wuih bisa bernafas lega deh...

Suatu kali Timothy dibelikan sebuah celana jeans panjang sama mama yang tentu saja pakai duit papa dong. Setelah sekian lama disimpan karena masih agak kepanjangan, Timothy merengek ke mama agar supaya bisa memakai celana barunya ke ulang tahun si ekel esok hari. Oh ya, Ekel sendiri adalah sobat kentalnya Timothy sejak setahun lalu ketika Ekel mulai bisa jalan dan bilang "mama-papa". 

Setelah merengek-rengek kurang lebih 2 jam, akhirnya mama menjawab,
"Oti, ngana pe celana masih talalu panjang. So kurang mo ta injang-injang tu celana," jawab mama sambil ngedumel dengan kesal
"Mama, kan boleh mo lipa sadiki tu celana pe di bawah. Sedangkan papa jaga lipa tu papa pe celana bagian bawah..." kata Timothy dengan kesal.
By the way, Timothy dan Keluarga adalah orang manado tulen 100%. Dari sejak lahir hingga sekarang mereka pada tinggal dan berguru di manado. Hanya saja saya yang menceritakan mereka dengan gaya anak muda jakarte. Ya supaya bisa ngetop di dunia nasional..... kembali ke laptop!

"Oti.... biar le mo lipa tetap masih talalu panjang. Nanti jo sabantar mama mo potong akang ukuran 4 jare ngana pe celana supaya so boleh mo pake. Mama so ukur tu hari kwa, cuma mo ambe akang 4 jare tu celana so pas. Salah-salah ngana so suka mo pake." kata mama menghibur sembari mempersiapkan tasnya.
"Betul ma? no potong jo dang sekarang..." bujuk Timothy ke mamanya.
"Adoh nanti sabantar jo oti. Mama mo pigi di ibadah kaum ibu dulu. Nanti pulang mama mo potong akang. Daaag.... oti" mama pun langsung kabur menuju tempat ibadah sore itu

3 JAM KEMUDIAN
Ketika mama pulang ke rumah, Timothy dengan penuh ketegangan menanti kapankah mama akan memotong celana kebanggaannya. Tapi apa yang terjadi? tanpa diduga sebelumnya, mama pulang bersama seorang teman, ibu-ibu juga sih, dan mereka langsung melanjutkan pembicaraan yang mungkin belum kelar dari tempat ibadah tadi. Timothy hanya menepuk-nepuk dadanya sambil bergumam... "sabar jo kasiang..."
Tak lama setelah itu si papa pulang. Setelah papa berganti baju dan membuka sepatunya, Timothy pun datang menghampiri.
"Papa... papa...." sapa Timothy setengah merayu
"Kiapa ngana oti? papa baru pulang, so mo minta doi lagi...." jawab papa seenaknya sambil melirik ke arah meja makan.
"Papa tahu ba potong kaeng celana? napa kita pe celana pe panjang for mo pake esok pa ekel pe ulang tahun, Mama bilang musti mo potong akang 4 jare kata tu celana, mar dari tadi sore belum-belum jo mama potong akang." demikian pengaduan Timothy ke papa.
"Oh kalu cuma urusan potong kaeng nanti papa yang atasi. Mar tunggu sadiki ne, papa mo makan dulu. So lapar papa..." jawab papa dengan senyum ringan.
Timothy cukup terhibur dengan ucapan papanya. Dia kembali bermain dengan mobil-mobilannya yang masih berantakan di atas karpet kecil di tengah ruang keluarga (sekalian ruang tamu dan ruang makan juga.... hihihi kan kecil rumahnya). Tapi apa yang terjadi? setelah makan papa langsung nongkrong di depan televisi mencari berita terbaru untuk hari ini. Timothy hanya menatap papa dengan wajah cemberut.

Kejadian yang serupa tapi tak sama terjadi juga ketika Timothy minta tolong ke om opit dan mama via untuk memotong celana panjangnya sepanjang "4 jari". 
"Sabantar jo kwa oti. Mama via ada sibuk ba telpon pa mama via pe taman kerja." jawab mama via ikut menolak permintaan Timothy.
"OK deh oti. Mar boleh om opit mo pi warung dulu... om opit ada mo baku dapa deng tamang yang mo pi antar tu barang besok. Nanti bale, om opit potong akang tu celana." ujar Om opit dengan muka sungguh-sungguh.

And then sampe Timothy terlelap di jam 9 malam, celana panjangnya tetap belum layak pakai. Akan tetapi di jam Sepuluh malam itu sebelum bobo, mama teringat celana Timothy dan langsung mengambil gunting kemudian memotong seukuran 4 jari pada bagian kaki. "Akh kelar samua tu kerja.... papa kita somo tidor ne...."
Selesai nonton acara berita olahraga papa sudah mengarah ke kamar kemudian juga teringat celana si Timothy, "Adoh ini mama so tidor nyanda ator akang tu anak pe celana..." kata papa pelan sambil melihat celana anaknya di atas meja yang masih terlipat. Papa juga memotong celana Timothy sepanjang 4 jari, dan sambil tersenyum puas, dia pun pergi tidur.

Pada jam 23.20 mama via seperti setengah mimpi keluar dari kamar. Dalam pikirannya "...ya ampun, kiapa kita so dapa lupa kang dari tadi mo potong tu oti pe celana. Dari pada dia mo marah besok, lebe bae kita potong sekarang...." Ukuran yang sama, 4 jari, kembali berkurang dari celana Timothy.
Sebagai penutup kejadian di malam itu, om opit ikut juga menepati janjinya ke Timothy. 
"ah pasti oti mo dapa lia gaga kalo pi acara hari jadi besok. Kita so potong akang depe calana...."

KEESOKAN HARINYA
Menjelang sore Timothy sudah akan bersiap-siap untuk mandi. Kado sudah dibungkus rapi dan kalo dilihat dari jauh, sepertinya rumah ekel sudah dihiasi dengan kertas warna-warni dan banyak balon menggantung di langit-langit rumahnya. Pasti seru acaranya nih, karena dengar-dengar gosip teman-teman, ada bintang tamu yang akan hadir. Siapa ya? artis mungkin atau....

"Oti.... marijo so mo mandi!" teriak mama dari dalam rumah.
Setelah mandi mama sudah langsung membantu Timothy berpakaian mulai dari bedak hingga ke baju. Tapi.... ada yang aneh..... Apa yang terjadi dengan celananya?

"Mama ini so bukang calana panjang.... ini so calana jojon kasiang......" teriak Timothy sambil nangis sekeras-kerasnya...
Hahaha..... bayangin aja celana panjang Timothy yang dipotong oleh 4 orang dan masing-masing seukuran "4 jari"... jadi celana pendek dong...?!?!?! Jiaaah gini dech kalo keluarganya ruwet sekali dan kurang berkoordinasi serta komunikasi. Untuk sekarang sampe sigini dulu ya ketemu ama Keluarga Timothy. Nanti akan ada lagi Kisah Keluarga Timothy untuk anda.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.