Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Kisah mengenai Tulang Rusuk


Love is the most wonderful thing a person will know, but too bad most of the time it will turn out to be the most painful thing too...

Seorang gadis bertanya pada pacarnya 
Jessy : "Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa?"
Rivo : "Kamu dong, sayang."
Jessy : "Menurut kamu, aku ini siapa?"
Rivo : (berpikir sejenak lalu menatap Jessy dengan pasti) "Kamu tulang rusukku ! Kata Alkitab, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati...."

Setelah menikah, pasangan itu mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang ada. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari di suatu akhir dari sebuah pertengkaran Jessy lari keluar rumah. Dan saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku !"


Rivo sangat membenci ketidakdewasaan Jessy dan secara spontan balik berteriak,"Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku !!". Tiba-tiba Rivo menjadi terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa saat. Dia menyesal dengan apa yang sudah dia ucapkan, tetapi bagai air yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diambil kembali. Di seberang jalan sana, Jessy dengan berlinang air mata kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, sambil bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, maka biarkanlah aku pergi. Biarlah kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."

Lima tahun berlalu. Rivo tidak menikah lagi tetapi berusaha mencari tahu kehidupan Jessy. Menurut informasi, Jessy pernah pergi ke luar negeri tapi sudah kembali. Kabar lain mengatakan kalau dia sudah menikah dengan pria asing, dan Rivo sangat kecewa karena itu. Dia tidak bisa percaya kalau Jessy tidak menunggunya untuk kembali. Dan di tengah malam yang sunyi dia meminum kopinya sambil coba menghilangkan rasa pahit dan sakit di hati. Namun dia tidak sanggup mengakui kalau sebenarnya dia sangat meridukan Jessy.

Suatu hari, tanpa terduga, mereka kembali bertemu. Terjadi di airport, dimana terjadi banyak pertemuan dan banyak juga perpisahan. Mereka dipisahkan oleh sebuah dinding kaca namun masih sempat berbincang :
Rivo : "Apa kabar?"
Jessy : "Baik.... apa kamu sudah menemukan tulang rusukmu yang hilang?"
Rivo : "Sampai saat ini belum juga...."
Jessy : "Aku akan terbang ke New York dengan penerbangan berikut."
Rivo : "Ya, aku juga ada urusan selama 2 minggu ini. Bila aku kembali nanti sempatkanlah untuk menelepon aku. Kamu tahu nomor telpon rumah kita, kan? Tidak ada yang berubah."
Jessy hanya tersenyum manis sambil terus berlalu dengan bisikan, "Good bye..."

Seminggu kemudian Rivo mendengar bahwa Jessy adalah salah satu korban tewas di Menara WTC. Dia kembali duduk termenung malam itu sambil mereguk segelas kopi. Dia merasakan sakit yang amat sangat di hatinya... sakit yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Dia akhirnya sadar kalau rasa sakit itu disebabkan oleh Jessy, tulang rusuknya sendiri yang dengan bodohnya telah dia patahkan....

When we went our frustrations 99% at our loved one... and even though we know that we ought to "think twice and act wisely", it's often easier than done. Things happen each day, many of which are beyond our control... Let us treasure every moment and everyone in our lives... Tomorrow may never come; so give and accept what you have today."

1 komentar:

  1. so sweet..:)

    3 hal yg nda bs kembali lagi : waktu, kesempatan dan perkataan...

    GBu all...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.