Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Mabuk dan Malas

Wuih lega juga bisa online lagi. Soalnya seharian kemarin internet di kantor pada mati. Dan memang dasarnya saya ini masih betah menggunakan internet dengan biaya kantor, makanya ikut offline juga seharian.... hehehe.... beb... beb... lagi hemat....!

Nah ada kisah menarik di hari senin yang lalu, terjadi di depan mata saya. Kira-kira pukul 7 malam, baru pulang kantor ceritanya, saya harus berjalan kaki sampe di kompleks tugu zero point manado. Sekalian hemat, untuk menambah kesehatan juga. Setelah seharian duduk di kursi mengerjakan tugas, maka sore atau malamnya saya sempatkan jalan kaki untuk memberikan stimulan ke otot-otot kaki.

Nah pas ada di depan sebuah pusat perbelanjaan, suasana ramai dan ribut, semua orang lagi sibuk mencari tumpangan pulang dari angkot-angkot yang lewat. Nah di saat itulah terjadi kisah unik. Ada seorang anak muda yang terdengar "bakuku" alias berteriak di pinggir jalan. Suaranya membahana sampe dua kali dan cukup menarik perhatian banyak orang. Para ibu dan gadis-gadis mulai terlihat cemas, biasalah mereka kuatir kalau-kalau setelah ada yang bakuku akan disusul dengan perkelahian.



Di saat yang sama ada beberapa orang polisi yang juga sedang sibuk mengatur arus kendaraan. Mendengar teriakan itu, mereka langsung mendekati si pemuda untuk mengambil alih situasi. Dengan tujuan agar si pemuda tidak menghalangi jalan kendaraan, dia kemudian ditarik untuk masuk ke dalam Pos Polisi. Tapi sungguh mengejutkan apa yang terjadi kemudian. Si pemuda melakukan perlawanan dengan meronta dan mencoba memukul si pak polisi.

Melihat perlawanan yang ada, polisi dengan terpaksa harus menghadiahkan bogem ke arah wajahnya. Alhasil, dia langsung mendarat di pinggir parit sekalian juga menghentikan pergerakannya. Dan masih dalam keadaan mabuk, dia meracau tak tentu sambil coba melarikan diri dari polisi. Dari mulutnya tercium aroma minuman alkohol yang menandakan kalau dia sudah dalam keadaan mabuk. Sementara wajahnya yang merah masih tampak jelas di balik suasana yang mulai gelap. Tarik menarik terus terjadi hingga si anak muda kelelahan dan  menyerah saat diseret oleh petugas ke pos polisi terdekat.

Keadaan seperti ini memang masih sering ditemui di tengah keindahan dan modernisasi kota Manado. Masih banyak warga yang mengkonsumsi Minuman beralkohol secara berlebihan dan tidak bertanggung jawab, sudah begitu, mereka juga sering berperilaku tidak menyenangkan sehingga mengganggu warga yang lain. Keadaan yang sudah hampir diterima sebagai budaya Manado ini sebenarnya merupakan salah satu penghalang kemajuan kota Manado untuk menjadi lebih baikl.

Mengutip ucapan Kapolda Sulut, Pak Carlo Tewu kepada seorang cendekiawan, bahwa dia memiliki kerinduan untuk memberantas dua penyakit terbesar yang melanda populasi Manado. Penyakit ini dia sebut sebagai 2 M; yaitu MABUK dan MALAS. Lagi menurut beliau, sebenarnya Manado cukup aman dan stabil jika dilihat dari situasi keamanannya. Orang-orangnya tidak suka neko-neko, tapi itulah, kebanyakan suka santai alias malas-malasan sambil minum alkohol sampe mabuk.

Wah ini merupakan sebuah tamparan keras untuk semua orang manado agar semakin berbenah diri. Di jaman sekarang yang serba sulit, kenapa masih ada orang yang suka malas-malasan tanpa memikirkan bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal mabuk, mungkin akan mendatangkan masalah ketika seseorang yang sudah mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, kemudian menimbulkan kesulitan bagi dirinya dan orang lain. Tidak ada orang satupun yang dapat melarang atau mengontrol siapa yang minum minuman beralkohol, apalagi untuk kota manado, karena minuman beralkohol bisa beredar kapan saja dan di mana saja. Yang terpenting adalah mengawasi dan menghukum mereka-meraka yang bertindak di luar aturan karena sudah mabuk...

Mudah-mudahan usaha Pak Carlo Tewu akan berhasil tentunya dengan didukung oleh seluruh warga kota Manado. Maju terus pak!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.