Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

8 Cara Memandang Kegagalan

Bagaimana anda memandang kegagalan dalam hidup anda?

Pada suatu tengah malam, saya pernah merenungkan berbagai kegagalan yang pernah saya lakukan dan menemukan delapan hal yang penting.

Pertama, kegagalan bukan akhir dari segalanya, jika kita mau bangkit dan terus melangkah.
Ketika anda gagal, bukan berarti dunia kiamat. Tapi cuma suatu saat dimana segala sesuatu seakan berhenti dan terfokus pada rasa kecewa. Memang terasa menyakitkan, jadi malas untuk bergerak, malas makan, tidak mau kontak dengan dunia luar, ada malu juga mungkin, dan seringkali menyalahkan hal yang sudah lalu. Tapi kalau sudah begini, yang dibutuhkan adalah "bangkit" dan tidak terbenam dalam situasi tersebut. Anda harus melihat gagal di suatu hal justru akan memberikan pelajaran untuk melangkah agar tidak gagal lagi. Kalau saja kegagalan itu ada jatah untuk anda, maka jatahnya sudah berkurang kan..

Kedua, kegagalan merupakan hal yang sangat wajar dan dialami semua orang.
Anda mengalami kegagalan justru membuktikan kalau anda masih 100% manusia. Dan bukan cuma anda manusia yang mengalami kegagalan. Kalo semua orang yang gagal sudah tidak mau berusaha maka, kita tidak akan mengenal listrik, lampu, pesawat terbang, kereta api, internet, bahkan facebook sekalipun. Mereka-mereka yang menemukan semua barang/hal itu kan manusia juga. Dan sudah pasti mereka juga pernah mengalami kegagalan. Tapi mereka mau bangkit dan akhirnya menemukan titik keberhasilan.


Ketiga, kegagalan membuktikan ada yang keliru dalam upaya kita mencapai tujuan.
Coba jujur saja terhadap diri sendiri. Kan kalau dilihat ke belakang serta bertanya kenapa bisa terjadi kegagalan, maka kita pasti menemukan kekurangan dalam persiapan untuk mencapai tujuan. Karena itu kita gagal untuk mencapai tujuan kita tersebut. Di sini berarti kegagalan adalah warning sebelum anda melangkah terlalu jauh dan mengingatkan kita bahwa ada "something wrong" dan kita harus memperbaiki proses yang salah itu jika ingin melangkah lagi.

Keempat, kegagalan menjadi pertanda bahwa kita harus terus belajar.
Orang-orang yang memiliki prestasi besar di dunia ini memiliki pandangan spesial tentang kegagalan. Di saat mereka terpuruk dan jatuh dalam kegagalan, mereka sadar kalau diri mereka ini masih "bodoh". Mereka meneliti lagi, belajar lagi, baca buku lagi, tanya sana-sini, atau melakukan hal lain untuk mencari hal apa yang bisa menyempurnakan kegagalan sebelumnya. Ini teladan buat kita agar kita terus belajar dan berbenah diri kalau tidak mau gagal lagi.

Kelima, kegagalan mengajarkan kita untuk rendah hati.
Orang yang tidak menemui kegagalan cenderung merasa di atas angin dan menjadi tinggi hati. Ya, tentu saja demikian. Tanpa kegagalan orang tidak akan mengerti rasanya sedang terpuruk, sakit hati, sedih, kecewa, serta lainnya. Hanya ada kebanggaan, senyum, tertawa, serta kesombongan karena kepala kita selalu terangkat ke atas. Kegagalan justru sebaliknya, membuat orang tertunduk, bersembunyi, terdiam, dan kadang berlutut. Di saat itulah kita akan sadar kalau kita masih banyak kekurangan dan tidak boleh sombong.

Keenam, kegagalan merupakan sarana untuk meningkatkan kehidupan kerohanian.
Biasanya, ketika berada dalam masa sulit termasuk saat gagal, kita langsung teringat kepada yang Mahakuasa. Peristiwa yang tidak menyenangkan itu dapat juga dipandang sebagai undangan untuk kembali dekat kepada-Nya. Coba ingat lagi, ketika anda sedang senang-senang mungkin saja anda jadi lupa Tuhan karena tidak ada waktu untuk Tuhan. Tetapi saat gagal anda justru berdoa dan menangis sambil bertanya "Kenapa Tuhan?" Di saat anda disadarkan bahwa hanya Tuhan yang bisa memberikan keberhasilan.

Ketujuh, kegagalan menjadi pertanda bahwa kita membutuhkan bantuan orang yang tepat dalam perjuangan selanjutnya.
Saatnya anda mulai berpikir untuk tidak menjadi "single fighter". Sehebat apa pun diri dan potensi yang ada dalam diri anda, ada saat tertentu dimana anda tidak akan bisa berjuang sendiri. Anda tetap butuh bantuan orang, bahkan orang yang tepat, untuk mencapai keberhasilan. Bila sebelum gagal anda kurang melibatkan orang lain, maka setelah mengalami kegagalan, ada baiknya anda mulai berpikir untuk melibatkan orang lain supaya berhasil.

Kedelapan, kegagalan dapat berfungsi sebagai ujian terhadap ketangguhan kita.
Kegagalan seringkali membuat seseorang makin tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan. Karena kegagalan menjadi pelajaran yang amat berarti. Kita akan makin sabar, makin teliti, dan makin tekun dalam mengejar keberhasilan.

Mari kita kembali mengingat masa kecil ketika berusia di bawah satu tahun (setidaknya coba mengingat cerita dai orang tua). Saat kita baru mulai belajar berjalan, kita pasti sering jatuh, terjerembab, terduduk, terluka, dan lain-lain. Tapi bila saat itu kita jadi kecewa, malas, takut, dan berdiam diri, maka kita tidak akan pernah bisa berjalan hingga saat ini.Nah, kalau dari kecil saja kita sudah belajar tentang kegagalan, kenapa saat ini kita jadi melempem ketika mengalami kegagalan? Just Think about it....

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.