Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Pertemuan Pertama di Tahun 2013

Tak terasa tahun 2013 sudah memasuki hari ke tujuh saat akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk menulis buat HATI PITATE. Banyaknya kesibukan yang langsung menghadang di awal tahun ini membuat saya harus merelakan waktu untuk menulis di sini tersita dengan berbagai urusan dan pekerjaan.

Ada banyak yang ingin saya bagi dengan anda semua, tapi tentu saja tidak mungkin mengingat keterbatasan ruang dan waktu. Kerinduan ini harus tetap saya salurkan sebelum berubah menjadi jerawat... (ini aja udah ada satu yang bersemi di dekat kuping). Di sela-sela kesibukan di meja kerja kantor, saya menyelinap sejenak dari Screen Laporan untuk menulis.

Bagaimana kabar anda semua? Besar sekali harapan saya kalau anda sedang dalam keadaan yang penuh berkatNya. Atau ada yang sedang ditimpa kesialan? Apes? atau kurang beruntung? Kasian deh loe..... Ups, maksudnya saya turut bersedih dengan anda yang sedang dalam keadaan-keadaan tersebut. Dan entah kenapa, saya juga didera dengan rasa dukacita di awal tahun ini. Dalam waktu yang hampir berdekatan, hanya berselang beberapa hari, ada teman, rekan pelayanan, dan kenalan yang harus pergi meninggalkan dunia ini dengan bermacam sebab.

Di satu sisi saya mengamininya sebagai bagian dari sekian panjang rencanaNya yang indah dalam hidup manusia, tapi di sisi lain, dalam pemahaman saya secara manusia, saya dalam hati berkata.."Hebat sekali Tuhan ini... sekali narik, tidak tanggung-tanggung. Dari yang masih muda hingga ke yang tua renta langsung saja disabetNya. Dari yang sudah lama sakit, hingga yang hanya sakit semalam saja, langsung diangkut pulang."


Memang terlalu luar biasa kuasa Tuhan kita. Tak terpikirkan dan tak terkatakan oleh mulut dan bibir kita yang penuh kekurangan. Bahkan tidak bisa dipikirkan dan diterima dengan mudah oleh akal dan pikiran kita. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terucap dan terpikir oleh semua keluarga yang mengalami hal ini. Di tengah rasa duka, sedih, kecewa, bahkan sakit hati karena ditinggalkan oleh keluarga mereka, mungkin mereka juga bertanya hal yang sama dengan saya.

Belum lagi jika melihat keadaan alam sekitar kita (terutama di kota saya, Manado) yang didera hujan lebat serta angin kencang, sering saya ngedumel sambil menyiapkan ember karena atap dan plafon rumah yang mulai bocor. Saya sering berteriak "Ya Tuhan belum juga sempat bikin apa-apa dengan pekerjaan, eh sudah hujan lagi...."

Pasti ada yang sedang senyum atau mengangguk saat melewati baris-baris di atas. Tapi inilah keadaan yang kita hadapi bersama di awal tahun 2013. Mungkin dengan situasi yang berbeda namun dalam dimensi emosional yang sama. 

Entah ini pengaruh angka 13 yang mengekor di tahun ini? benarkah ini membawa kesialan buat kita semua. Atau mungkinkah akan ada banyak hal sial yang sedang menanti kita di sepanjang tahun ini? Buktinya, awal tahun saja sudah banyak peristiwa yang memiriskan hati dan harus menguras air mata kita. Seakan semua ini semakin menguatkan kesan sial bagi angka 13.

Plaaak! Langsung saja saya menampar pipi sendiri agar tersadar kembali. Kenapa juga kita harus terikat dengan pesona sial angka 13? Saya jadi teringat Khotbah pertama di Gereja yang saya dengar pada tanggal 1 Januari 2013 yang lalu. Tepat di hari pertama tahun ini dan di hari pertama kami sekeluarga beribadah di Gereja bersama dengan seluruh jemaat. Waktu itu saya hanya senyam-senyum saja saat mendengar khotbah si Khadim, kebetulan yang memimpin ibadah adalah Bapak Pendeta Roy Dekky Tamaweol. Tapi sekarang saya jadi mengerti.

Hari itu Firman Tuhan dibaca dari kisah ketika Yesus diprotes oleh Kaum Farisi karena murid-muridNya memetik gandum di hari Sabat dan memakannya (Mat. 12). Murid-murid Yesus dianggap melanggar hukum Sabat karena melakukan salah satu dari 39 pekerjaan yang dilarang untuk dilakukan pada hari Sabat. Mereka dianggap berdosa dan mendukakan Tuhan. Tapi aneh bin ajaib, Tuhan Yesus tidak memukul atau memarahi mereka karena hal ini, menegur pun tidak. Yesus malah menjawab kepada orang-orang Farisi tersebut dengan santai, "Di sini ada yang melebihi Bait Allah."

Yesus menegur orang-orang Farisi karena DIA tahu kalau mereka bicara tentang tindakan muridNya semata-mata karena ingin mencari kesalahan. Jadi kepatuhan pada Hukum tentang Hari Sabat bukan karena kepatuhan kepada Allah tapi karena ingin menunjukkan dan menghukum kesalahan orang, dan sebaliknya menunjukkan "kesucian" mereka. Tanpa mereka ketahui bahwa keberadaan Yesus sebagai Anak Allah menjadikan Yesus lebih baik dari mereka, dan tentu saja Yesus telah mengetahui motivasi mereka ini. 

Intinya Yesus ingin agar manusia mematuhi Hukum Allah karena kecintaan kepadaNya. Hukum Allah, Aturan Gereja, atau aturan-aturan lainnya pasti tidak menjadi penderitaan ketika hati manusia berpaut padaNya. Bahkan sebaliknya, yang ada hanya ketenangan dan kenyamanan dalam hidup, karena semua berjalan dengan baik tanpa harus ada pemaksaan.

Ini menjadi suatu jaminan bagi kita bahwa tidak ada suatu apa pun di dunia ini, baik itu Situasi maupun Kondisi yang bisa mencuri damai sejahtera dari hati kita jika Yesus bertahta sepenuhnya dalam hati dan kehidupan kita. Apalagi hanya angka 13... kayaknya jauh dari kemungkinan untuk membuat kita jatuh dan jauh dari Tuhan.

Oleh karenanya, apa pun yang sedang anda hadapi sekarang jangan gentar, karena Tuhan Yesus ada buat kita memberi kelegaan dalam segala situasi, sepanjang hati dan hidup kita sepenuhnya berserah kepadaNya. 


SELAMAT TAHUN BARU 2013 UNTUK ANDA SEMUA. SEMOGA BERKAT TUHAN BERSAMA ANDA DI SEPANJANG TAHUN INI.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.