Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

40 Days in Pray : Artikel - Mahasiswa Muslim

Send from my Blackberry,
Powered by Telkomsel.

-----Original Message-----
From: e-DOA <doa@sabda.org>
Sender: i-kan-buah-doa@hub.xc.org
Date: Fri, 11 Jul 2014 22:00:00
To: e-DOA<i-kan-buah-doa@hub.xc.org>
Reply-To: e-DOA <owner-i-kan-buah-DOA@hub.xc.org>
Subject: [40-Hari-2014] Mahasiswa Muslim/[x11]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- SABTU, 12 JULI 2014

MAHASISWA MUSLIM

Setiap tahun, ada ratusan pelajar Muslim meninggalkan tanah kelahiran mereka dan pergi menuju negara-negara yang tidak mereka kenal, yang memiliki kebiasaan-kebiasaan asing bagi mereka, dengan tujuan untuk belajar di berbagai universitas dan kampus. Mungkin ini merupakan kesempatan pertama bagi mereka untuk berteman dengan orang-orang Kristen dan mendengar berita tentang kasih Tuhan bagi mereka.

Seperti halnya yang dialami oleh kebanyakan mahasiswa antarbangsa, banyak di antara mereka yang bergairah mendapat pengalaman dari budaya setempat dan menjalin hubungan yang baru. Dalam lingkup persahabatan sejati, beberapa mahasiswa ingin mengenal kekristenan dan menjadi percaya selagi mereka belajar di negeri saudara. Menjalin persahabatan dengan mahasiswa Muslim merupakan salah satu peluang misi paling strategis yang tersedia bagi orang Kristen dan gereja saat ini. Berikut ini adalah strategi sederhana untuk mencapai mahasiswa Muslim.

Langkah Pertama: Berdoa

Carilah orang lain yang terbeban untuk menjangkau mahasiswa Muslim dan berdoalah bersamanya secara teratur. Doa merupakan aspek terpenting dalam menjangkau orang Muslim. Di dalam sebuah kelompok yang berdoa bersama dan saling menopang, ada kuasa, hikmat, dan keberanian. Dengan terlibat aktif dalam doa, benteng-benteng yang ditegakkan orang Muslim dalam kebutaan rohani akan dapat diruntuhkan. Saudara bisa berdoa agar ada kesempatan dan jalan untuk menjalin persahabatan dengan mahasiswa Muslim dan menjawab kebutuhan mereka serta memperkenalkan Yesus kepada mereka.

Langkah Kedua: Mengasihi

Tiap-tiap mahasiswa itu berbeda dan harus diperlakukan sebagai seorang pribadi yang unik dan yang dikasihi Tuhan. Entah mereka adalah orang Muslim secara predikat (Muslim KTP) atau benar-benar saleh, sebagai bagian dari ciptaan Tuhan, mereka memiliki kehausan untuk mengenal Pencipta mereka. Tujuan kita haruslah menegakkan sikap saling percaya dan menumbuhkan persahabatan yang semakin mendalam. Ingatlah bahwa mahasiswa itu sibuk, maka berusahalah untuk mengetahui jadwal mereka. Tanyakan kapan waktu terbaik untuk bisa bertemu mereka dan tetaplah menghubungi mereka secara teratur melalui sms, email, Facebook, dan telepon.

Langkah Ketiga: Memenuhi Apa yang Sedang Mereka Butuhkan

Saat Saudara semakin mengetahui lebih dekat sahabat Muslim Saudara, manfaatkan setiap kesempatan untuk memerhatikan kebutuhan mereka dengan penuh kasih, baik itu dengan cara bersantai dengan pergi jalan-jalan keluar, berolahraga, ataupun membantu dalam hal-hal praktis seperti saat berbelanja, membaca draft karangan ilmiahnya, dsb.. Akan ada kebutuhan-kebutuhan yang tidak bisa Saudara bantu/penuhi, ini justru memberi kesempatan bagi Saudara untuk menawarkan diri berdoa bagi mereka agar kebutuhan-kebutuhan itu terpenuhi. Ketika mereka melihat jawaban doa untuk kebutuhan mereka itu, hal itu sering kali menimbulkan keingintahuan mereka tentang Yesus.

Langkah Keempat: Pesta dan Perayaan

Manfaatkan setiap kesempatan tertentu untuk membuat perayaan bagi mereka, misalnya saat ulang tahun, kelulusan, mengakhiri ujian, dsb., dan mintalah mereka untuk mengundang teman-teman mereka. Cara-cara semacam ini memungkinkan Saudara untuk diterima oleh komunitas budaya mereka. Dan selanjutnya, Saudara juga bisa diundang untuk menghadiri pesta-pesta dan perayaan-perayaan khusus mereka sehingga Saudara dapat terus membangun hubungan dengan mereka.

Langkah Kelima: Sharingkan Kehidupan dan Iman Saudara

Selalu perlakukan sahabat Muslim Saudara dengan penuh rasa hormat dan pahamilah pandangan-pandangannya mengenai berbagai permasalahan. Daripada berusaha mencari-cari kesempatan untuk "membagikan kebenaran", lebih baik bersikap wajar dan terbuka dalam hal berbagi kehidupan, menyangkut berkat, kesulitan, tantangan, dan jika memungkinkan, ceritakan bagaimana Tuhan telah menolong Saudara dalam melewati semuanya itu melalui jawaban doa yang Saudara alami. Orang Muslim selalu berusaha menemukan iman yang nyata. Jangan pernah mengejek Islam atau Muhammad, sebaliknya tunjukkan kepada mereka siapa Yesus dan apa yang telah dilakukan-Nya.

Langkah Keenam: Bagikan Firman Tuhan

Ini bisa menjadi sama sederhananya dengan cara Saudara menceritakan bagaimana Tuhan berbicara kepada Saudara melalui Alkitab, mengarah pada penyelidikan Alkitab bersama-sama. Umat Muslim mengakui Alkitab berasal dari Allah, tetapi mereka telah diajar bahwa Alkitab itu sudah diubah. Sangat menolong sekali bagi mereka jika mereka membaca kesaksian-kesaksian orang lain yang telah datang kepada Kristus. Temukan cara bijak dari orang-orang yang telah berpengalaman dalam membimbing orang Muslim datang kepada Kristus dan dalam memuridkan mereka.

Langkah Ketujuh: Jagalah Pertumbuhan Mereka

Bagi beberapa mahasiswa, mengambil langkah menjadi pengikut Kristus dapat berarti dipulangkan, penganiayaan, bahkan kematian. Jangan mendesak mereka untuk dibaptis atau membuat pernyataan terbuka di hadapan umum mengenai iman mereka. Bertekunlah dalam menggali Alkitab bersama-sama dan biarkan Roh Kudus sendiri yang menunjukkan kepada mereka langkah ketaatan seperti apa yang harus mereka ambil. Merupakan sesuatu yang sangat mendasar untuk memiliki komitmen jangka panjang dalam hal berdoa bersama mereka dan bagi mereka serta menggabungkan mereka ke dalam sahabat-sahabat Kristen.


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.