Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

40 Days in Pray : Hari 18. Umat Muslim di Amerika Merasa Aman

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- SABTU, 5 JULI 2014

UMAT MUSLIM DI AMERIKA MERASA AMAN

"Mayoritas pemimpin masjid di AS tidak pernah merasa bahwa seluruh rakyat Amerika membenci Islam."(1) Pernyataan ini hanya salah satu dari beberapa pernyataan lain yang diketahui dari berbagai survei yang dilakukan di AS beberapa tahun terakhir ini. Seiring dengan semakin sadarnya orang Amerika terhadap Islam, maka secara umum umat Muslim tampaknya merasa lebih nyaman di tengah tatanan hidup metropolitan yang luas.

Tidaklah mengherankan bila banyak pihak memainkan peran di sini. Masjid-masjid bertumbuh, khususnya di New York, California, Texas, dan Florida. Bahkan, jumlah orang yang datang ke masjid terus meningkat. Sebuah penelitian mencatat 2,6 juta orang Muslim yang menghadiri acara doa (Salat Ied) pada akhir bulan Ramadan meningkat tajam dibanding satu dekade sebelumnya. Dalam hal ini, Texas menduduki peringkat tertinggi dalam jumlah kehadiran.

Menurut laporan Pew, sebagian besar umat Muslim AS (63 persen) mengatakan tidak ada ketegangan berarti antara hidup dalam kesalehan dan menjalani hidup di tengah masyarakat modern. Dengan tingkat perbandingan yang hampir sama, 64 persen orang Kristen Amerika mengakui hal itu.(2)

Namun begitu, hasil penelitian Barna yang diterbitkan sesaat setelah terjadi bom "maraton" di Boston pada tahun 2013, mengemukakan bahwa sepertiga orang Amerika (33 persen) memiliki persepsi yang baik terhadap Islam, sementara sedikit lebih banyak lagi (36 persen) orang Amerika memiliki persepsi yang kurang baik tentang agama. Sisanya, 31 persen orang Amerika, tidak tahu pendapat mereka tentang Islam. Tampaknya, negara ini terbagi-bagi jika berbicara menyangkut persepsi terhadap Islam.(3)



Meskipun terjadi tragedi Boston, sebagian besar pemimpin masjid mengatakan bahwa mereka diperlakukan dengan baik oleh masyarakat di kawasan mereka. Mereka merasa bahwa ketidakmengertian tentang Islam tetap menjadi masalah besar, tetapi mereka juga mengakui kebebasan beragama di Amerika dan adanya perpaduan iman sebagai nilai tambah bagi zona nyaman mereka, meskipun mereka tidak selalu merasa diperlakukan sama dengan umat dari kepercayaan lain.

Banyak orang Muslim Amerika merupakan imigran dari Asia Selatan, Afrika, Iran, dst.. Banyak di antara mereka melarikan diri dari penganiayaan atau dari praktik fundamentalisme yang terjadi di negeri kelahiran mereka. Banyak yang tidak fasih berbahasa Inggris sehingga ini menjadi kesulitan, terutama bagi gereja, untuk bisa merangkul mereka lebih dari seorang teman atau untuk membantu pelayanan.

Kebutuhan

Saat kita mengingat kondisi gereja Amerika saat ini, marilah kita berdoa supaya mereka dapat menemukan cara yang relevan untuk membagikan iman, pengharapan, dan kasih kepada kaum Muslim imigran.

Catatan
1. cair.com
2. pewforum.org
3. barna.org

POKOK DOA

1. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar kerukunan dan toleransi antara warga AS dan para imigran dapat senantiasa terjaga dalam tatanan kehidupan sehari-hari, dan orang-orang percaya dapat menjadi saksi Kristus bagi para imigran.

2. Doakan agar gereja-gereja Tuhan yang ada di Amerika memiliki strategi yang baik. Dengan demikian, mereka dapat menjangkau para imigran dan mengenalkan mereka kepada Yesus Kristus.

3. Mari kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar para imigran yang menyerahkan diri kepada Yesus Kristus dipakai Tuhan untuk menjangkau teman-teman dan saudara-saudara mereka yang lain.


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.