Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

GMIM : MTPJ 19– 25 April 2015


TEMA BULANAN: “Solidaritas Kristiani dalam Kebangkitan dan Kemenangan Kristus”
TEMA MINGGUAN: “Kebangkitan Yesus harus Diberitakan melalui Pengajaran”
Bahan Alkitab: 1 Petrus 1:3-12;
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Kita semua sadar bahwa sampai sekarang, kebangkitan Yesus masih diperdebatkan oleh beberapa kelompok atau pribadi. Bahkan sering diplesetkan ke hal yang negatif, jadi bahan lelucon seperti cerita mayat Yesus tidak bangkit melainkan dicuri orang. Kemudian selain kelompok Yahudi dan  Atheis, ada juga pemikir-pemikir Kristen menolak fakta kebangkitan. Selain itu juga banyak di antara warga gereja masih menyetarakan kebangkitan Kristus dengan pe- nampakan-penampakan setan. Memang sekarang ada upaya untuk meneliti tentang kebangkitan Yesus, tetapi upaya tersebut di satu pihak mengarah pada kebenaran, di lain pihak kebangkitan itu masih sulit diterima. Karena peristiwa kebangkitan itu tidaklah seperti peristiwa gunung  meletus, bencana alam tsunami, dan berbagai fenomena alam lainnya yang dapat dilihat dan dirasakan.
Kebangkitan Kristus adalah sebuah peristiwa yang luar biasa dan spektakuler yang membuat kita mengakuinya sebagai suatu kebenaran yang absolut. Buktinya antara lain; batu terguling, kubur kosong, kain kafan dan penampakan Yesus. Bahwa otoritas Allah berlaku dalam realitas di mana ada orang yang menyaksikan kebenaran itu antara lain para serdadu  Romawi.
            Para penginjil dalam keyakinannya terus memberitakan peristiwa kebangkitan dan kemenangan itu dalam bentuk pengajaran iman kepada umat di seluruh dunia. Ini sebuah komitmen yang mengandung maksud bahwa kebangkitan Kristus adalah bentuk pembebasan dosa umat manusia. Solidaritas  Yesus sangat penting dan sarat makna bagi setiap kehidupan orang percaya, yang beriman dan yang berpengharapan kepada-Nya. Solidaritas Yesus harus diejawantahkan dalam setiap sikap dan pola pikir hidup orang Kristen sebagai manifestasi dan substansi kebangkitan itu sendiri.
Kemenangan Kristus harus menjadi sentral dari pengajaran Kristen dan terus diberitakan kepada jemaat/dunia. Dengan kebangkitan Kristus semua orang percaya harus berani  memberitakan bahwa Yesus sungguh-sungguh bangkit. Tema minggu ini lebih memotivasi kita semua untuk meng aktualisasikan nilai kebangkitan Kristus terus diberitakan dalam pengajaran.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kekristenan secara umum tentu mengalami pertumbuhan melalui pengikut Kristus di beberapa daerah berdasarkan realitas penginjilan yang terjadi. Perantau atau pendatang Kristen yang tersebar di daerah Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia kecil dan Bitinia, adalah orang-orang yang dipilih dan dikuduskan sesuai rencana Allah (I Petrus 1:1,2). Komunitas Kristen di daerah itu menjadi alat kesaksian bagi kebangkitan dan kemenangan Kristus, menjadi pionir untuk misi penginjilan, menjadi jemaat yang kudus, am dan rasuli.
Rasul Petrus berkewajiban menyampaikan intisari iman kristen kepada orang yang percaya yang tersebar di beberapa tempat/di diaspora dengan maksud agar mereka tidak kehilangan jati diri. Selain itu agar jemaat tetap konsisten dengan iman, pengharapan dan kasih. Tanggung jawab pastoral  bagi jemaat yang beraktifitas di tengah kemajemukan masyarakat.
Di tengah masyarakat yang majemuk, umat harus menampakkan solidaritas sebagaimana nampak dalam tiga pesan dalam perikop ini yaitu:
Pertama: Kelahiran kembali oleh kebangkitan Kristus menjadi motivasi utama dalam keseharian jemaat. Menunjuk pada pengharapan akan mendapatkan suatu tempat yang kekal, yang tidak dapat binasa, tidak tercemar dan tidak dapat layu (ay.4).
Kedua: Iman itu ibarat emas kehidupan dalam persekutuan yang harus dirawat dan dijaga kemurniannya. Seperti emas yang diuji dalam perapian.(ay.7) Dalam keyakinan ini, jemaat harus sabar, tekun, eksis, intens bahkan harus “enjoy” dengan segala tanggung jawab, walaupun harus berdukacita dengan berbagai pencobaan. Jaminan kehidupan sorgawi yang bebas dari kecemaran dan kebinasaan menjadi penguat rasa. Penguatan iman rasul Petrus semata-mata memperkokoh persekutuan dalam pengharapan akan keselamatan sesuai tujuan iman itu sendiri. Keselamatan itu telah diselidiki oleh para nabi juga para rasul melalui nubuat dan kesaksian-kesaksian tentang kasih karunia, anugerah Allah berangkat dari kuasa kebangkitan dan kemenangan Kristus.
Ketiga: Kasih adalah bukti dari iman dan pengharapan, di mana mereka melayani bukan melayani diri mereka sendiri melainkan melayani banyak orang dengan kuasa bimbingan Roh Kudus (ay.12).
Motivasi  kuasa Roh Kudus membangkitkan semangat melayani, dan rasa solidaritas itu adalah bagian dari keselamatan. Peran Roh Kudus sangat terasa dalam pertumbuhan jemaat, dan jemaat yang menjadi alamat surat ini menunjukkan kegigihan iman dalam kehidupan bermasyarakat.
Makna dan Implikasi Firman
Dewasa ini, orang kristen harus sadar bahwa kebangkitan Kristus adalah satu-satunya modal kepercayaan dalam menghadapi berbagai pergumulan dan pencobaan. Spirit ini sesungguhnya jadi modal  dasar  jemaat diaspora menghadapi segala persoalan hidup. Ingat! tanpa kebangkitan Kristus, iman kita menjadi percuma dan sia-sia.(bdk. I Kor 15: 14). Kebangkitan atau kemenangan Kristus merupakan fase utama dalam hidup jemaat untuk bergerak maju dalam bidang sosial kemasyarakatan.
Di tengah pergumulan itu, jemaat diaspora sebagai jemaat minoritas harus menunjukkan pengharapan, iman dan kasih, harus konsisten dengan “style” (gaya, pola) hidup yang bermartabat, tekun, dan memiliki solidaritas sosial, memberi dampak pada suasana kehidupan yang damai di tengah interaksi sosial masyarakat. Dengan tidak menghilangkan nilai-nilai kesaksian kita tentang kebangkitan Kristus.
Orang Kristen patut berbangga dengan kebangkitan dan kemenangan yang telah Kristus lakukan (bandingkan I Kor 15:58). Kebanggaan ini tidak hanya di kulit luar saja, harus termanifestasi dalam tindakan-tindakan keadilan, penegakan hukum dan kebenaran. Sehingga kehadiran gereja memberi warna kristiani dalam kehidupan bermasyarakat.
Memaknai nilai kebangkitan Kristus dalam persekutuan gereja secara khusus, maka solidaritas Yesus harus diejawantahkan dalam setiap sikap dan pola pikir hidup orang kristen sebagai manifestasi dari kebenaran berita kebangkitan itu sendiri. Orang akan mencemooh kita apabila perilaku kekristenan seperti berbuat baik, rajin beribadah, menolong orang, tidak  teraktualisasi. Karena bila nilai-nilai kekristenan itu tidak nampak dalam kehidupan jemaat, maka pasti akan di cela.
Kehidupan jemaat/gereja harus mengacu pada perkataan awal: “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati,…” ini penegasan bahwa kebangkitan Kristus, mempersiapkan suatu tempat yang berharga, sorga kekal.
Dengan kebangkitan Yesus Kristus memberi kemenangan bagi orang yang percaya untuk hidup dalam semangat baru. Karena itu gereja terpanggil untuk bersaksi tentang kebangkitan Yesus yang memberikan masa depan (syalom).
PERTANYAAN DISKUSI
1. Apa yang saudara pahami tentang makna kebangkitan menurut perikop ini?
2. Apa yang dapat dilakukan oleh gereja untuk menangkal pandangan yang menolak kebangkitan Kristus?
3. Apa kehendak Tuhan dalam perikop ini bagi jemaat dengan kata “kelahiran kembali”?

NAS PEMBIMBING: Roma 6:3-4
POKOK-POKOK DOA
- Doa bagi jemaat agar pemahaman kebangkitan selalu jadi modal utama dalam hidup.
- Doa bagi jemaat yang masih dikuasai oleh kuasa kegelapan.
- Doa bagi gereja agar kuat menghadapi ajaran yang menolak tentang kebangkitan Kristus.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK III
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Nyanyian masuk : NNBT No. 1  Pujilah Dia, Pujilah Dia.
Ses Nas Pembimbing: KJ No. 252 Batu Penjuru G’reja
Ses Pengakuan Dosa & Pemberitaan Anugerah Allah: KJ. No. 194  Dikau yang Bangkit
Ses Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah
Ses Pengakuan Iman : KJ No. 38 T’lah Kutemukan Dasar Kuat
Persembahan : KJ. No. 397  Terpuji Engkau Allah Maha Besar
Nyanyian Penutup: NKB. No. 197  Besarlah Untungku
ATRIBUT :
Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung yang sedang mekar dengan  salib berwarna kuning kehijauan.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.