Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

GMIM : MTPJ 26 April – 2 Mei 2015


TEMA BULANAN: “Solidaritas Kristiani dalam Kebangkitan dan Kemenangan Kristus”
TEMA MINGGUAN: “Tuhan, Pahlawan Pemberi Kemenangan”
Bahan Alkitab: Zefanya 3:14-20; Roma 8:35-39
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Sudah dapat dibayangkan bagaimana rasanya suatu komunitas yang lemah dikuasai oleh kuasa yang lebih kuat, lalu digiring sebagai tawanan ke tempat bangsa penguasa. Di tempat penguasa mereka tidak saja ditindas, dibuat menderita, tidak dirawat, sehingga nyawa melayang tapi juga, yang sehat dipekerjakan paksa tanpa dijamin dengan makan dan minum yang cukup. Tentu saja mereka tidak saja kehilangan kebebasan karena harus tunduk dalam semua perintah sang penguasa, tetapi juga lama-kelamaan jumlah komunitas itu menjadi berkurang. Dalam realita di sekitar kita, tidak jarang mereka yang memiliki kekuatan dalam kuasa berlaku sewenang-wenang kepada yang lemah. Akibatnya, yang lemah semakin tidak berdaya, sementara itu yang kuat semakin berjaya.
Untuk mengatasi kesenjangan itu, maka pemerintah Republik Indonesia menerapkan sistem hukum yang melindungi masyarakat kecil dan membatasi kekuasaaan yang sewenang-wenang. Lalu bagaimana jika dihubungkan dengan totalitas kehidupan suatu bangsa didalamnya berbagai komunitas. Ada yang lemah dan ada yang tidak berdaya. Bagaimana rasanya hidup dalam penindasan dari kuasa yang kuat? Tentu saja komunitas itu butuh kuasa yang lebih kuat untuk menolong mereka bangkit dari keterpurukan yang tercela, sehingga terbebas dari situasi yang membelenggu. Dalam kondisi demikian, maka tema kita di minggu berjalan ini ditampilkan, bahwa: ”Tuhan, Pahlawan Pemberi Kemenangan”.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Pembebasan dari Babel terjadi karena Tuhan Allah telah menebas (memusnahkan) musuh. Bagi sisa Israel sebagai kaum yang setia kepada Allah, Tuhan tampil untuk menghimpun mereka dari keterserakkan akibat bangsa penguasa dan penindas. Mereka dibebaskan untuk dibawa pulang kembali ke tanah asal mereka, yakni Yerusalem  sebagai pusat peribadatan. Hal itu dibuktikan dalam Zefanya 3:14-20, Firman Tuhan ini menegaskan pada umat Israel bahwa tidak ada lagi hukuman seperti janji Tuhan yang setia kepada umat-Nya. Bangsa penguasa dan penindas akan dilumpuhkan oleh Tuhan karena kuasa-Nya. Karena itu Tuhan berkata: “Jangan takut hai Sion!, janganlah tanganmu menjadi lemah dan lesu”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Tuhan Allah menghendaki umat tetap kuat, kokoh sebab Tuhan melindungi dan memberi keselamatan pada umat yang di kasihi-Nya.
            Oleh sebab itu, dalam kondisi yang lemah dan tidak berdaya karena tekanan dari para penguasa dan penindas, mereka dinasehati agar tidak boleh takut menghadapinya dan tidak menjadi lemah lesu, sebab Tuhan ada di antara mereka sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Justru karena Allah dengan belas kasih-Nya menghimpun, menebus, membebaskan dan memberi kemenangan kepada  umat-Nya, maka mereka harus bersukacita dan mengucap syukur kepada Allah.
Dalam Roma 8:35-39, rasul Paulus memberikan nasehat dan penguatan iman kepada Jemaat di Roma tentang makna dari kasih Allah dalam karya agung Anak-Nya Yesus Kristus. Bahwa kasih Kristus tidak dapat memisahkan mereka dalam berbagai kondisi: penindasan, kesesakan, peng aniayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya yang mengancam bahkan oleh penguasa sekalipun dengan kekuasaan dan kekerasan melalui pedang yang mematikan (ay.35). Malahan, justru oleh Kristus yang mengasihi mereka, telah memberi kemenangan, sehingga merekapun dapat tampil sebagai pemenang dalam berbagai kondisi kesulitan dan tekanan hidup yang mereka dialami. Hal itu haruslah menjadi keyakinan iman dari jemaat di Roma, sama seperti keyakinan dari rasul Paulus. Bahwasanya dalam kondisi apapun, yaitu menghadapi maut maupun menjalani kehidupan, di masa kini maupun nanti. Dalam pemeliharaan dan tuntunan malaikat Tuhan maupun dalam kekuasaan pemerintah pada tingkatan  atas  maupun bawah  dan siapapun makhluk itu, sesungguh nya tidak dapat memisahkan mereka dari komunitas persekutuan dalam kasih Kristus, karena karunia kasih Allah yang terus bekerja dan nyata di antara mereka, kini maupun yang akan datang.
Keadaan hidup seperti di atas menggambarkan secara nyata atas kuasa kebangkitan Kristus yang telah mengalahkan maut dan memenangkan kehidupan umat-Nya.
Makna dan Implikasi Firman
Kita sebagai Gereja masih saja semarak dalam merayakan Paskah kebangkitan Yesus Kristus. Paskah atau kebangkitan Yesus Kristus, telah menyatakan bukti dari kemenangan orang percaya. Betapa tidak, sebab menurut rasul Paulus: ”Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pem beritaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1 Kor.15:14). Semua kita tahu bahwa latar-belakang tampilnya Yesus yang bangkit dan kemudian menganugerahkan kemenangan kepada orang percaya, disebabkan oleh karena dosa-dosa manusia dalam kelemahannya, di mana upah dosa adalah maut, yang kemudian oleh kebangkitan-Nya, membuktikan bahwa maut telah dikalahkan. Itu berarti kuatnya kuasa dosa sebab kelemahan manusia, sudah ditebus dan dibebaskan oleh Yesus Kristus. Dengan demikian Dialah yang diimani, sebagai Pahlawan yang memberi kemenangan. Keyakinan itu patutlah selalu diingat di tengah kondisi kehidupan sekarang ini.
  Realitas kini, ada penguasa yang kuat menekan yang lemah, sehingga yang kuat semakin berjaya dan yang lemah semakin tak berdaya. Yang kaya dan pemilik modal semakin kaya dan melambung hidupnya, sementara  yang miskin  dan ekonomi lemah semakin miskin, lemah dan terpuruk hidupnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan kepedulian yang sungguh-sungguh, dari yang kuat untuk menolong dan membebaskan yang lemah. Agar yang lemah bisa bangkit dari kelemahannya.
Kebangkitan bersama itu, pasti akan bermuara pada keberhasilan yang nantinya dapat dinikmati dalam kesejahteraan bersama. Hal itu disebabkan karena, dalam kondisi apapun yang dihadapi, orang percaya tidak dapat terpisah dengan  kasih Kristus, yang sudah dikaruniakan secara merata dan tanpa kecuali. Oleh sebab itu, jikalau kita gagal dalam menjalani kehidupan bersama, maka hal itu tidaklah disebabkan oleh kekurangan  kasih karunia dan kasih Ilahi. Dan bukan karena kekuatan luar atau kesulitan yang sangat hebat, tetapi karena kelalaian kita tinggal dalam Kristus Yesus. Sebab kasih Allah hanya dapat dinikmati selama kita tetap tinggal dalam Kristus Yesus, artinya tidak terpisah dari kehidupan kasih-Nya, sebab Dia yang kita imani, adalah: ”Tuhan, Pahlawan Pemberi Kemenangan”.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI     
1. Apa tindakan Tuhan Allah dalam kondisi umat yang digambarkan dalam dua bacaan Alkitab ini ?
2. Bagaimana seharusnya tindakan kita saling memenang kan kehidupan sesama umat Tuhan?
NAS PEMBIMBING  Yesaya 41:10.
POKOK-POKOK DOA :
- Syukur atas kemenangan yang diberikan Tuhan.
- Gereja diberi kemampuan untuk hidup berkemenangan atas dosa
- Pemerintah diberi kemenangan mengatasi berbagai persoalan bangsa

TATA IBADAH DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK IV
NYANYIAN YANG DIUSULKAN : 
Persiapan NNBT.No.4. Naikkan Doa pada Allah
Sesudah Doa Buka Klik No.35 Kumasuki Gerbang-Nya
Sesudah Pengakuan Dosa/Pengampunan: KJ.No.39 Ku Di beri Belas Kasihan
Sesudah Pembacaan Alkitab: NKB.No.119 Nyanyikan Lagi Bagiku
Persembahan: KJ. No.250a Allahmu Benteng Yang Teguh
Penutup NNBT. No.29 Ya Tuhan Tolong Aku 
ATRIBUT :
Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung yang sedang mekar dengan salib berwarna kuning kehijauan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.