Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

GMIM : MTPJ 10 – 16 Mei 2015


TEMA BULANAN: “Solidaritas Kristiani dalam Kebangkitan dan Kemenangan Kristus”
TEMA MINGGUAN: “Tuhan yang Perkasa adalah Penolong yang Memberi Kemenangan”
Bahan Alkitab: Mazmur 118:1-9; Ibrani 13:5-8
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Ada pepatah lama yang mengatakan “man is not Island” artinya manusia bukan pulau bermakna bahwa manusia sebagai mahkluk sosial hampir tidak mungkin baginya untuk hidup seorang diri. Sebab dalam relasi sehari-hari kebutuhan terhadap yang lain bersifat mutlak. Itulah sebabnya penulis kitab Kejadian ketika menempatkan cerita penciptaan meletakkan kebutuhan dasar Adam sebagai manusia pertama akan hadirnya sosok yang “sepadan” dengannya sebagai penolong. Kehadiran penolong ini merupakan kebutuhan yang tak terelakkan. Namun penolong yang sepadan itu justru dalam teks penciptaan di kitab Kejadian telah membawa Adam jatuh ke dalam dosa. Penolong selalu diharapkan sebagai dia yang “lebih”  dari pada yang ditolong. Bacaan kita dalam kitab Mazmur 118:1-9 dan Ibrani 13:5-8, kedua penulis menempatkan Tuhan sebagai penolong yang tidak pernah mengecewakan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, perkasa berarti kuat dan tangguh serta berani, arti yang lain kuat dan berkuasa, hebat, keras. Kehadiran Tuhan sebagai penolong berhubungan dengan kesanggupan-Nya untuk menolong dan sebagai Tuhan tidak ada situasi maupun keadaan dan kenyataan hidup kita yang tidak dapat ditolong oleh-Nya. Sebab itu tema kita “Tuhan yang Perkasa adalah Penolong yang Memberi Kemenangan. Jika Tuhan menolong itu karena Ia sanggup menolong dan kalau Ia menolong maka pertolongan-Nya menghadirkan kemenangan. Karena banyak realitas kehidupan kita yang membutuhkan kehadiran Tuhan sebagai penolong yang memberi kemenangan.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Dua bagian firman Tuhan dalam Mazmur 118 dan Ibrani 13  berbicara tentang Tuhan sebagai penolong. Menarik untuk memperhatikan bahwa kedua bagian Alkitab ini, masing-masing memberi penekanan yang sama tentang kehadiran Tuhan sebagai penolong. Konteksnya tentu saja berbeda tetapi isi pengajarannya memberi penekanan yang sama.
Mazmur 118 adalah bagian kelima dalam pembagian kitab Mazmur yang terdiri dari 44 Mazmur ( Pasal 107 sampai pasal 150). Khusus Mazmur 113-118 dikelompokkan sebagai Nyanyian Pujian (Hallel), yang dibacakan atau dinyanyikan secara bersahut sahutan pada tiga hari raya Yahudi. Yaitu : hari raya Paskah Yahudi, Shavuot dan Sukkot/Tabernakel; pada bulan baru dan pada hari kedelapan Hanukkah. Dua mazmur yang pertama dinyanyikan sebelum perjamuan Paskah dan sisanya setelah perjamuan. Karena itu ada anggapan bahwa Mazmur ini adalah nyanyian terakhir yang dinyanyikan oleh Yesus sebelum peristiwa kematian-Nya di kayu salib. Ayat pertama dalam pasal 118 berupa ajakan pemazmur untuk mengucap syukur atas kebaikan Tuhan dan ajakan ini meliputi seluruh bangsa Israel (ay 2) sebagai milik kepunyaan Tuhan, Kaum Harun (ay 3), para Imam, suku Lewi mereka yang dikhususkan untuk melayani Tuhan dan terakhir semua orang yang takut akan Tuhan (ay 4). Ajakan ini kemudian diikuti dengan kesaksian pemazmur tentang pengalamannya bersama dengan Tuhan (ay 5-8), jelaslah bahwa pemazmur telah mengalami dan menikmati pertolongan Tuhan sebab itu keyakinannya terhadap Tuhan sebagai penolong tidak semata mata didasarkan pada apa yang ia dengar melainkan apa yang ia rasakan.

- Ibrani adalah surat yang ditujukan kepada orang Ibrani, walaupun surat ini tidak mencatat secara spesifik siapa dan di mana orang Ibrani yang menjadi alamat surat ini. Namun dipercaya bahwa surat ini ditujukan kepada orang-orang Kristen di Italia (Ibrani 13:24) yang membutuhkan nasehat, bimbingan dan penghiburan. Berbeda dengan surat yang lain penulis surat inipun tidak mencantumkan namanya meskipun pada abad-abad pertama sampai dengan abad pertengahan Paulus dipercaya sebagai penulis kitab ini, namun di masa kini dengan beberapa alasan Paulus diragukan sebagai penulis surat Ibrani. Para pakar Alkitab modern sepakat bahwa tidak ada kepastian mengenai penulis surat ini namun yang pasti bahwa penulis kitab ini adalah orang yang berpendidikan, yang terlatih dalam hukum taurat, retorika Yunani dan yang mengenal dengan baik filsafat Plato. Tujuan dari surat ini terutama menekankan pada superioritas Yesus sebagai Anak Allah yang lebih tinggi dari pada imam-imam dalam Perjanjian Lama dan yang dengan perantaraan-Nya setiap orang yang percaya kepada-Nya dibebaskan dari dosa dan dianugerahkan keselamatan kekal. Dalam Ibrani 13:5-8, nasehat diberikan terutama kepada mereka yang meletakkan harapan hidupnya terhadap uang dan dengan demikian menjadikan mereka sebagai hamba uang (ay 5), tindakan ini seolah olah menempatkan mereka sebagai orang-orang yang mengabaikan dan meragukan janji pertolongan Tuhan. Dengan mengutip Mazmur 118:6 jemaat diingatkan agar sebagaimana pemazmur mampu menempatkan Tuhan sebagai penolong dan bukan manusia. Karena itu penulis kitab Ibrani dalam nasehatnya mengajak jemaat penerima surat ini agar mencukupkan dirinya dengan apa yang ada pada mereka dan memperhatikan contoh iman para pemimpin yang telah menyampaikan Firman Allah kepada mereka. Nasehat ini ditutup dengan pengakuan tentang Yesus yang sama dan yang tidak pernah berubah, baik kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya.
Makna dan Implikasi Firman
Pemazmur menggambarkan pertolongan Tuhan sebagai sebuah tindakan kasih karunia, kemurahan, anugerah dan penyertaan-Nya yang berlangsung secara terus menerus, selama lamanya. Alamat kasih setia-Nya tidak terbatas hanya pada kelompok tertentu kaum lewi dan para imam keturunan Harun (ay 3), atau bangsa pilihan Israel (ay 2) melainkan kepada setiap orang dari berbagai latar belakang kehidupan, suku dan bangsa yang takut akan Tuhan (ay4). Setiap orang yang takut akan Tuhan berhak menerima janji pertolongan dalam kasih setianya yang tak berkesudahan itu termasuk kita. Sebagai akibat dari kasih setia Tuhan itu, ada keyakinan terhadap Tuhan yang dapat menolong, sehingga pemazmur memandang rendah manusia terutama mereka yang membencinya  dan mengajak setiap orang untuk berlindung hanya kepada Tuhan saja. Dalam realita kehidupan seringkali kita dengan mudah dan gampang meletakkan pengharapan kita kepada manusia entah diri sendiri maupun orang lain, kita menaruh harapan pada besarnya kuasa yang kita miliki, atau banyaknya harta yang kita simpan, juga termasuk kepintaran dan keterampilan yang kita punya lalu melupakan Tuhan yang menganugerahkan segala-galanya itu. Sama dengan   pemazmur, penulis kitab Ibrani juga menasehatkan jemaat agar tidak menaruh harapan kepada uang melainkan kepada Yesus yang tidak pernah berubah kemarin, hari ini dan selama-lamanya. Namun sedikit berbeda dengan pemazmur, dalam konteks kitab Ibrani di mana umat mengalami tantangan dan resiko penderitaan serta kematian maka pertolongan Tuhan tidak lagi dilihat hanya sebatas dari kesanggupan-Nya untuk menolong, melainkan sebagai pernyataan iman terhadap resiko yang dapat terjadi sebagai akibat dari kesetiaan kepada Tuhan. Bahwa pertolongan Tuhan tetap diyakini meskipun dapat mengakibatkan penderitaan dan kematian.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI    
1. Apa artinya berada di pihak Tuhan menurut Kitab Mazmur 118:1-9 dan Ibrani 13:5-8 bacaan kita ?
2. Pengajaran-pengajaran iman apakah yang diperoleh dari pemazmur dan Ibrani yang menurut saudara bermafaat dalam kehidupan gereja dan masyarakat yang penuh tantangan saat ini?
NAS PEMBIMBING: Mazmur 146:5
POKOK-POKOK DOA :
- Bersyukur untuk kasih setia Tuhan yang dirasakan sampai hari ini.

- Pemimpin-pemimpin negara dan bangsa agar tidak mengandalkan diri mereka dalam mengambil keputusan.

- Bagi pemimpin gereja supaya dalam pelayanan mengandalkan Tuhan, berdiri di pihak Tuhan dan selalu berlindung kepada-Nya.
TATA IBADAH DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK II
NYANYIAN YANG DIUSULKAN :
Kemuliaan Bagi Allah: NKB No.3 Terpujilah Allah
Sesudah Doa Penyembahan : NNBT No. 2 Dunia Tercipta Oleh Kar’na Tuhanmu
Sesudah Pengakuan Dosa: NKB No.19 Dalam Lautan Yang Kelam
Janji Anugerah Allah: NNBT No.9 Ku Akan Selalu Bersyukur
Sesudah Puji-pujian : NNBT No. 1
Sesudah Pembacaan Alkitab : KJ No. 49 Firman Allah Jayalah
Sesudah Pengakuan Iman: NNBT No. 7 Mari Puji Tuhan  Yesus
Persembahan: NKB No. 196 Kuberoleh Berkat
Nyanyian Penutup : NKB No. 201 Di Jalan Hidupku
ATRIBUT :
Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung yang sedang mekar dengan simbol salib berwarna kuning kehijauan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.