Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Lancar atau Macet ?


Sobat Hati Pitate,

Pernah baca status di media sosial yang isinya menyedihkan, atau marah, atau kacau, atau malah doa?

Pasti pernah kan? Mungkin juga anda dan saya pernah membagikan status seperti itu. Tidak salah sebenarnya membuat status media sosial seperti itu. Karena itulah salah satu kegunaan medsos. Bukankah Facebook selalu bertanya "Apa yang anda pikirkan...?" Jadi tidak salah dan sangat wajar kalau kemudian isi statusnya berisi sesuatu yang sedang dipikirkan. Saat lagi marah tidak mungkin menulis hal yang bahagia, itu dusta namanya.

Tapi apakah kemudian akan membuat perubahan? itu justru yang menjadi pertanyaan selanjutnya. Kadang malah tambuh ruwet atau runyam karena status kita jadi bahan pembicaraan, dibully, atau malah ada yang kemudian menimbulkan masalah baru yang lebih besar. Beberapa teman yang membuat status medsos karena mengungkapkan isi hatinya, justru kemudian dijauhi teman yang lain, dilaporkan ke pihak berwajib, tapi ada juga yang kemudian mendapatkan jalan keluar yang datang dari simpati teman-temannya.

Terima kasih tentu saja ke beberapa teman lain yang statusnya sangat menghibur karena berisi candaan segar yang bikin banyak orang tersenyum dan tertawa. Mereka ibarat acara hiburan di televisi yang kemudian ditonton oleh pemirsa. Sangat menyenangkan membaca status-status seperti itu.

Bagaimana dengan status yang sedih, marah, sakit hati, kecewa atau galau? Tidak beda jauh karena kita seperti sedang menonton film drama sedih yang bisa menimbulkan beragam reaksi. Si pembuat status sendiri kadang tidak sadar kalau dia sedang membuat dirinya menjadi bahan tontonan. Dan ibaratnya menonton tv, ada pemirsa yang akan terbawa dengan filmnya, ada yang protes, ada yang tertawa, tapi ada juga yang langsung ganti channel. Tidak cocok mungkin dengan seleranya.

Kita harus sadar bahwa saat menulis status di media sosial ibaratnya kita sedang ada di atas panggung. Disaksikan oleh banyak sekali penonton sebanyak relasi kita di medsos tersebut. Kita ibarat juga membuka pintu rumah dan mempersilahkan para tetangga dan orang-orang di luar sana untuk melihat ke balik dinding rumah. Syukurlah kalau anda adalah seorang aktor atau aktris yang baik, maka tentu hal-hal yang baik dan sesuai skenario masyarakat yang akan anda tampilkan. Tapi bagaimana kalau sebaliknya.

Perjalanan hidup kita masing-masing seringkali menjadi latar belakang munculnya berbagai macam status medsos. Saat lagi ada masalah statusnya pasti sedih dan kecewa, tapi saat berbahagia statusnya juga ikut sumringah. Padahal apakah status medsos punya andil dalam kelanjutan perjalanan hidup kita? Tentu tidak. 

Saat lagi lancar apakah itu karena status medsos? Bisa jadi ya, tapi lebih banyak yang tidak kan. Saat macet apakah status medsos juga akan otomatis membuka jalan baru? Kebanyakan pasti menjawab tidak. Setidaknya banyak orang berpendapat kalau itu adalah pelampiasan untuk mencurahkan isi hatinya. Benarkah?

Ketika anda sedang mengendarai mobil atau sepeda motor kemudian terjebak kemacetan parah hingga lalu lintas berhenti total, apakah kemudian anda naik ke atas mobil dan berteriak memarahi kemacetan di depan anda? Dan kemudian apakah setelah itu jalan langsung terbuka secara ajaib? Tentu saja tidak. Malah anda mungkin bisa dilaporkan ke polisi.

Lancar atau macet perjalanan hidup kita adalah irama dan pola yang memang terus berjalan dalam hidup manusia. Tidak perlu bereaksi berlebihan atau bereaksi negatif. Anda bisa membahayakan diri anda sendiri atau orang lain. Tidak perlu juga melibatkan orang lain tanpa tujuan yang tak pasti karena bukan menyelesaikan masalah tapi beresiko menambah masalah. Sebisa mungkin jangan sampai orang lain tahu karena kalau mereka tahu, jangan salahkan kalau mereka akan memiliki penilaian sendiri pada diri anda.

Jadi kita harus diam saja? Tidak juga. Ada banyak cara untuk menghadapi kemacetan hidup. Tapi harus hadapi dengan benar dan lakukan hal yang benar juga. 

Pertama, BERDOA. Pastikan itu yang pertama kali anda lakukan. Karena hanya pada TUHAN kita bisa berharap. Kedua, TETAP TENANG. Semakin anda grasak-grusuk maka semakin kacau pikiran anda dan kelelahan adalah hasil yang akan anda dapati. Ketiga, PELAJARI & PIKIRKAN solusi yang tepat. Jalan keluar tidak akan datang dengan sendirinya. Keajaiban saja butuh diusahakan. Keempat, BERTANYA KE ORANG YANG TEPAT. Saat anda merasa tidak mampu menyelesaikan sendiri, carilah orang yang tepat untuk anda mintai saran. Kelima, BERDOA LAGI. Bila menemukan jalan keluarnya atau menghadapi pilihan jalan keluar, ya berdoa lagi supaya diberi hikmat untuk menemukan yang terbaik. Keenam, LAKUKAN. Setelah banyak berpikir dan bertanya, begitu dapat jalan keluar sebaiknya dilakukan, dan jangan ditunda. Ketujuh, BUAT YANG TERBAIK DENGAN CARA YANG BENAR. Anda wajib berusaha melakukan solusi yang anda temukan. Lakukan dengan segenap kemampuan anda dan jangan setengah-setengah. Terlebih lagi lakukan dengan cara-cara yang benar walau pun terasa sulit dan lama. Kedelapan, APAPUN HASILNYA HARUS DISYUKURI. Jangan lupa untuk bersyukur untuk hasil yang anda dapatkan. Semuanya dikembalikan kepada Sang Pemilik Hidup. Ada waktu dan masa yang Dia tentukan bagi kita.

Setiap orang mungkin berbeda caranya, tapi 8 langkah di atas adalah pola yang wajar dan bisa dilakukan siapa saja. Dan membuat status di media sosial bukan pilihan ideal. 

Jangan takut, apakah perjalanan hidupmua Lancar atau Macet, Jalani saja dengan benar. Pasti semua akan berbuah kebaikan. (Superdad)    


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.