Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Humor 2

Amerika Blo'on

Cuplikan percakapan radio antara kapal perang Amerika dan otoritas Rusia.
Amerika  : "Saya kapten US Navy. Saya bilang belokkan kapal Anda!!!!" 
Rusia       : "Tidak. Anda lah yang harus membelokkan kapal!!!" 
Amerika  : "Ini Amerika, negara terkuat didunia, tahu?!"
Rusia       : "Sekali lagi, tidak! Kapal Anda yang harus belok atau kapal Anda akan hancur!"
Amerika : "Ini adalah Aircraft Carrier US Lincoln, kapal kedua terbesar dari Armada Atlantik, Amerika Serikat. Kami dilengkapi tiga destroyer, tiga cruiser dan sejumlah kapal pendukung. Saya perintahkan Anda belok 15 derajat ke Utara. Sekali lagi saya ulangi 15 derajat ke Utara, atau sebuah tindakan akan dilakukan untuk mengamankan kapal Anda!" 
Rusia      : "Amerika blo'on!!! Ini mercusuar, bukan kapal tahu!!!"

Cara Berpikir

Pada waktu keluar malam minggu, Novi dan Joni duduk ngobrol di sebuah taman.
Novi  : "Hei Joni, ada tebakan nih, tolong jawab pertanyaannya... Kalau ada 5 ekor burung di jendela, kemudian ditembak satu, berapa yang masih tertinggal?"
Joni   : "tinggal 4 ekor, gampang sekali tebakannya!"
Novi : "Salah, habis dong burungnya, kan lainnya pada terbang, tapi saya suka dengan cara berpikirmu yang lurus"
Joni berbalik bertanya, 
Joni   : "Novi, kalo ada tiga orang  cewek, masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan menggenggam batangnya dan mencium2nya, yang kedua dengan menjilatinya, yang ketiga mengulumnya langsung ke dalam mulutnya, manakah di antara  cewek itu yang sudah menikah?"  
Novi  : "Hahhh... pasti yang mengulum langsung kan?"
Joni   : "Salah... yang sudah menikah adalah yang memakai cincin di jari manisnya, tapi saya senang dengan cara berpikirmu yang langsung Nov..."

Tangkap Granatnya

Ini cerita di sebuah barak tentara. Seorang Jenderal sedang mengajarkan salah satu prajuritnya bagaimana cara meledakkan sebuah granat. 
Jenderal :"Pertama-tama, genggamlah granat dengan erat, lalu tarik cincin pemicu granat, kemudian lemparkan, mengerti?"
Prajurit :"Siaaap mengerti!!!" 
Jenderal :"Sekarang, coba lakukan sendiri!" Lalu prajurit tadi melaksanakan apa yang dikatakan oleh sang jenderal. Ia menggenggam granat dengan erat, lalu menarik cincin pemicu granat, kemudian berteriak, "Jenderaaal tangkaap!!!!"

Ketinggalan Pesawat

Seorang kakek bercerita tentang pengalamannya sewaktu berperangpada jaman tempo doeloe. Percakapan mereka sebagai berikut :
Kakek :"Dulu opa pergi berperang, ketika opa dan teman-teman opa akan pergi menyerang musuh pakai pesawat, ternyata di tengah perjalanan pesawat kami tertembak oleh musuh sehingga pesawat kami hancur dan semua yang ada dipesawat itu meninggal termasuk sang pilot" cerita kakek dengan bangga.
Cucu   : (dengan nada heran) "Tapi kenapa opa sampai sekarang masih hidup ?"
Kakek : (menjawab dengan penuh kebanggaan) "Untunglah opa ketinggalan pesawat !!!"

Pegawai Pos Bajingan

Lencho, seorang petani sederhana yang frustasi karena tanaman jagung dan kacangnya habis digasak badai salju. Saking frustasinya, akhirnya ia mengirim surat kepada Tuhan karena ia menganggap hanya Tuhanlah yang bisa menolongnya dari ancaman kelaparan tahun ini.
"Tuhan", tulisnya. "Kalau engkau tak menolongku, maka aku dan keluargaku akan kelaparan tahun ini. Aku membutuhkan seratus peso agar bisa menanami ladangku kembali dan menyambung hidup sampai datangnya musim panen, karena badai itu...". Ia lalu menuliskan "Buat Tuhan", di amplop, memasukkan lembar surat ke dalamnya, dan membawanya ke kantor pos keesokan harinya dengan tampang seperti seekor jago kalah perang. Tukang pos yang membaca surat itu terbahak-bahak. Selama kariernya sebagai pegawai pos, belum pernah tahu ia dimana alamat Tuhan. Atasannya pun ikut tertawa, tapi segera serius kembali begitu menyadari penulisnya tentu seseorang yang tebal imannya kepada Tuhan. Kepala pos yang baik hati itu bermaksud membalas surat aneh tersebut. Ia pun kemudian merelakan sebagian gajinya. Sisanya dimintakan kepada anak buahnya secara sukarela. Lantaran sulit mengumpulkan seratus peso, maka apa boleh buat, tujuh puluh peso pun jadi. Lumayan buat menghibur yang lagi duka nestapa. Minggu berikutnya Lencho datang lagi ke kantor pos, menanyakan apakah kiriman Tuhan telah sampai. Dengan puas si tukang pos memberikannya. Lencho, yang begitu yakin akan kemurahan Tuhan, tak tampak heran. Ketika membuka amplop wajahnya malah kelihatan  kerut-marut. Ia lalu menulis lagi surat pendek, dan seperti sebelumnya, dimasukkannya surat itu ke dalam amplop. Setelah ditulis alamat Tuhan,  ditempel perangko dan dimasukkan ke dalam kotak surat, ia pun mencolot pulang. Kepala pos, yang merasa bangga telah beramal, bergegas membukanya. Dalam hati ia membaca, "Tuhan, dari jumlah  yang kuminta, hanya tujuh puluh peso yang sampai di tanganku.  Kirimkanlah sisanya, sebab aku sangat memerlukannya. Tapi jangan  Kau kirim melalui pos, karena semua pegawai pos itu bajingan".

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.