Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Doa yang mendetil

Seorang teman bercerita kalau dia diundang ke sebuah acara syukuran wisuda dari seorang saudaranya. Untuk ke acara itu dia membatalkan acaranya dengan saya karena alasannya, sudah lama mereka tidak bertemu. Dengan berat hati saya menyetujui dan membiarkan dia pergi, ya mungkin acara kami bisa dilaksanakan lain kali.

Dan keesokannya dia menceritakan pengalamannya yang unik. Persisnya ketika acara syukuran itu sampai ke bagian doa makan, disuruhlah seorang bapak yang adalah orang tua dari orang yang baru diwisuda, untuk memimpin doa. Doa makan yang sebenarnya sudah menjadi hal yang biasa, akhirnya jadi luar biasa. Kira-kira begini bunyi doanya…

“Ya, bapa di surga, kami bersyukur dan berterima kasih untuk berkat yang kau berikan bagi kami hari ini. Secara khusus untuk malam ini Tuhan, karena sebentar lagi kami akan makan. Sebelum kami mencicipi hidangan ini, biarlah Engkau yang memberkatinya. Ya, Tuhan, berkatilah makanan kami. Berkatilah ikan bakar, berkatilah cumi-cumi, berkatilah kangkung cah, berkatilah dabu-dabu, dan Tuhan berkatilah juga apa stou depe nama yang di sebelah dabu-dabu…..”

Kontan saja semua yang hadir langsung tertawa dan berakhirlah doa itu tanpa menyebutkan kata amin. Kira-kira doa itu didengar Tuhan atau tidak ya. Tapi si bapak beralasan “kiapa ngoni tatawa? ngoni tau kita nintau pimpin doa di muka umum mar ngoni suruh, kong waktu kita so berdoa ngoni tatawa akang…”

Siapa yang salah? si bapak yang tidak tau memformulasikan kata dalam doa atau orang-orang yang menertawakan dia? Cuma Tuhan yang memberikan ikan bakar, kangkung cah, cumi-cumi, dan dabu-dabu itu yang paling tahu…

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.