Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Metamorfosis.... atau Revisi....

Pelajaran terpenting saat memasuki usia baru beberapa hari lalu justru bukan saya dapatkan di tanggal ulang tahun. Namun entah kenapa, sebuah perenungan justru baru bisa saya rasa dengan jelas artinya di hari Minggu, 5 September 2010. Dan tidak perlu sebuah ayat Alkitab atau Bahan Renungan dari Hamba Tuhan besar yang membuat saya  mampu melihat berkat yang saya miliki di saat merasakan persitiwa Ulang Tahun. Mungkin terkesan biasa-biasa saja namun bagi saya sendiri, ini justru membuka mata saya bahwa di balik keadaan kehidupan saya saat ini masih terlalu banyak berkat kehidupan yang saya peroleh dan miliki dengan cuma-cuma...


Adalah sebuah lagu sederhana yang sudah sering dinyanyikan. Malahan ada beberapa orang yang mungkin juga hafal dengan lagu ini. Lagu yang dari dulu sering saya nyanyikan saat mengumpulkan persembahan saat ibadah-ibadah. Lagu yang juga banyak dinyanyikan saat acara ucapan syukur. Anda juga mungkin tahu benar lagu ini dan sering menyanyikannya. Namun di hari dan tanggal itu menjadi sangat berarti....

TUHAN BETAPA BANYAKNYA BERKAT YANG KAU BERI

Tuhan, betapa baiknya berkat yang Kauberi,
istimewa rahmatMu dan hidup abadi.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku!
Padaku telah Kauberi hidup bahagia abadi.

Sanak saudara dan teman Kaub’ri kepadaku;
berkat terindah ialah ‘ku jadi anakMu.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku!
Padaku telah Kauberi hidup bahagia abadi.

  Setiap hari rahmatMu tiada putusnya:
hendak kupuji namaMu tetap selamanya.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku!
Padaku telah Kauberi hidup bahagia abadi.

Belum lagi selesai lagu ini dinyanyikan, saya jadi terdiam dan hampir saja menitikkan air mata. Ternyata artinya amat sangat dalam buat saya secara pribadi. Mengapa berhari-hari dalam hidup ini saya tidak pernah menyadari kalau Allah benar tidak pernah meninggalkan saya. Mulai dari keselamatan secara pribadi hingga ke penyertaan yang besar dari hari ke hari DIA berikan buat saya.
Saya sendiri yang ternyata terlalu, TIDAK PEDULI, dengan apa yang diberikanNya hingga tidak bisa bersyukur, bersukacita, dan bersaksi bagi DIA.... Yah.... mudah-mudahan di hari-hari berikut saya bisa lebih mengerti betapa besar keberadaan DIA dalam hidup saya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.