Header Ads

Beriklan di Hati Pitate

Manado di Bulan Desember

Memasuki bulan Desember, mungkin ada banyak kota di Indonesia dan dunia yang menunjukkan riak-riak kegiatan ekonominya. Nah salah satu kota yang ikut bergeliat adalah kota Manado tempat saya tinggal dan mengadu nasib sampai saat ini. Manado sebagai kota dengan penduduk yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan golongan seakan mencapai titik puncaknya di bulan Desember. Dan tanpa memandang latar belakang yang ada tadi, semua campur baur dalam kegiatan jual dan beli berbagai kebutuhan menjelang natal Ditambah juga mendekati perayaan Tahun Baru membuat kesibukan di Manado tidak hanya melanda umat Kristiani tetapi juga bagi para pemeluk agama lain yang tinggal di kota Manado.

Bahkan memasuk minggu kedua bulan Desember, aktifitas di pusat kota manado meningkat 200% dari biasanya. Pasar 45, sebutan bagi daerah pusat kota dan pusat perbelanjaan di Manado, akan dijubeli oleh orang-orang yang datang untuk berbelanja. Khusus di tahun 2010 ini, malah kelihatan lebih dari biasa yang terjadi pada bulan yang sama di tahun-tahun yang lalu. Orang-orang yang datang untuk berjualan dan berbelanja berimbang jumlahnya, sehingga membuat Pasar 45 terasa sesak dan padat. Apalagi menjelang sore hari, maka tumpukan manusia yang berjalan tertatih-tatih karena sudah macet di mana-mana akan seperti lautan menutupi Pasar 45.



Jangan anda coba-coba berjalan di tengah kerumunan orang ini kalau anda tidak memiliki kepentingan yang mendesak. Kenapa? karena di masa ini Pasar 45 kekurangan stok oksigen, yang ada hanya aroma dari asap knalpot kendaraan bermotor dan juga keringat manusia... malah ada yang pernah pingsan karena kekurangan oksigen.

Ada beberapa barang yang menjadi tren untuk dijual oleh para pedagang di bulan desember ini. Yang menduduki posisi pertama adalah Pakaian, mulai dari pakaian anak hingga ke pakaian orang dewasa, dari pakaian luar sampai pakaian dalam juga ikutan digelar di meja pajangan. Para pedagang tahu benar dengan kebiasaan orang manado yang menjaga style-nya. Kedua, barang yang juga banyak dicari adalah Kembang Api. Rata-rata orang manado akan "bakar duit" di hari Natal dan Tahun Baru, setiap tahunnya. Ada info dari Agen penjual Kembang Api dan berbagai petasan/mercon, untuk kebutuhan bulan Desember 2010 ini mereka sudah mulai memasok barang dari negeri Cina sejak bulan September sebanyak 2 Kontainer. Ini masih akan ditambah dengan pengiriman selanjutnya yang akan tiba menjelang bulan Desember. Nah bayangkan saja berapa banyak duit yang akan dibelanjakan untuk memeriahkan Natal dan Tahun Baru kali ini.

Jenis barang ketiga yang ikutan ramai dijual adalah berbagai jenis kembang alias bunga. Jenis barang ini dijual dengan harga bervariasi tergantung dengan bentuk, warna dan jenisnya. Di awal bulan Desember paling banyak ditemui penjual kembang plastik, tapi pada tanggal 23 sampai 24 Desember, anda akan melihat banyak sekali penjual bunga-bunga hidup dan ini akan berlangsung hingga ke akhir bulan Desember. Kenapa demikian, karena kebanyakan warga manado dan minahasa masih memelihara tradisi untuk berziarah ke makam keluarga terdekat setiap malam natal atau malam tahun baru.

Masih ada beberapa barang lain yang banyak bertaburan di meja jualan para pedagang dan bisa dipilih-pilih. Ada juga berbagai peralatan rumah tangga, peralatan elektronik sederhana, assesoris unik, sepatu, bahkan kain gorden juga banyak. Semua campur baur menjadi satu... namun herannya ketika memasuki bulan januari, maka semua pedagang dan orang yang belanja langsung raib sehingga Pasar 45 hanya diwarnai dengan aktifitas sehari-hari dan suasananya cenderung lengang. Hanya satu atau dua pedagang yang coba berjualan di badan jalan sambil tetap wasapada menghindari sergapan Polisi Pamong Praja. Oh ya, ke mana ya para Polisi Pamong Praja ketika Pasar 45 lagi rame-ramenya...?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.